Mahal Kita, Bapak Adam..!
dulu
pikirku, kamu itu sombongnya paling pol..
susah senyum..
jarang ngomong..
sama senior (yang kayanya serem-serem itu) sok akrab..
tapi sama kita yang seangkatan, cuek banget..
tau ngga sih,
sebelnyaaaa.. luarrrrr biasa !
sampe ngga cukup tu sebel sendirian,
jadi harus mengerahkan kesebelan temen seangkatan..
hahaaaaa….
malu banget ngga sih ya,
don’t know when.. where nor how
kok sebel itu jadi lumer..
rontok pelan-pelan..
terus tumbuhnya jadi bunga-bunga indah
yang bikin jantung deg-deg serrr..
walopun tentunya gengsi buat ngaku,
tapi kok aku jadi menikmati
senyam-senyum ngebayangin mukamu
yang seperti beruang es itu..
waaks…gitulah awalnya cinta monyet itu..
dan masih kebayanglah muka temen-temen angkatanku
waktu malu-malu kuakui “dia itu pacarku”
ga ada yang ga memekik, “kualaaaaaat…!!”
dan dari situlah..
kita mulai menapak hari-hari
mengisinya dengan debat, cekikik tawa, air mata
omelan panjang (pastinya dari aku..)
dan muka bete sepuluh meter tanpa bunyi
(tau dong.. itu muka siapa??)
dari bolos pelajaran geografi & bimbingan tes
(uppps jangan sampai anak-anak tau sejarah ini ya!)
ngedate di stasiun manggarai kala pagi buta, stasiun cikini, balairung dan
halte FE,kansas, peach dan ayam bakar christina..
sampai mansion shinjuku kita..
dari nongkrong di bagian vw kodok merahmu
yang jendelanya tak bisa diturunkan
tak berkursi belakang pula’
(dan apesnyaaa.. ngajak senior pulang, jadilah musti sok berkorban duduk di belakang..well..well.. jaim itu menyakitkan ya!)
accord biru yang mengagumkan
(karena itu kali pertama aku lihat tape player bisa dicopot dari tempatnya.. hahaaa!)
peugeot putih pinjeman yang musti ditarik di sepanjang jalan ps. minggu..
(lepas pula talinya… alamaaaak!)
sampai fiat UNO penuh kenangan,
yang akhirnya pun musti kita lepas dengan derai air mata.. hiiiksss
dari bajaj, kereta api jakarta-depok,
bus kuning, bus patas, chikatetsu, taxi yang pintunya bisa buka-tutup sendiri
sampai kopaja dan busway..
dari si igu dan ana,
spotty -dalmatian kocak yang membuat kita menyerah,
sampai pasukan nemo & teman-temannya
yang membuat kita rela berjam-jam keliling pasar ikan hias sumenep
dari djakarta theater, megaria, tim,
kalo lagi kaya ke planet holywood atau pim,
sekarang langganan di setiabudi
sampai coba-coba blitz yang ternyata ga nyaman..
dari cuma bisa ngerekam kompilasi lagu di kaset
sampai bisa burn cd
dan download mp3 dari internet
dari ngemper nonton jakjazz
masuk jhcc nonton Chrisye
sampai rutin ke GKJ buat teater koma
dari jam-jaman manasin kuping di telepon rumah
(dan diomelin karena tagihan bikin jantungan),
sangu kartu telepon & cepe’an tipis buat telepon umum,
pager ’starko’ dan ’starpage’ yang membuat kita mencipta
nama AMANDA..
sampai akhirnya bisa punya hp..
dan sekarang malah bisa motret pake hp
(walopun masih terlalu gaptek buat kirim2an mms)
dari ngantri di dokter kandungan,
sampai dokter anak..
dari daftar ulang universitas,
bikin cv, cari kerjaan
sampai cari sekolah buat anak-anak..
waaahhh… barangkali kalau mau mengenang seluruh cerita hidup yang kita alami
ga akan ada kertas yang cukup buat memuatnya..
ga ada kombinasi warna yang cukup banyak
buat menggambarkan ’semaraknya’ perjalanan
tumbuh kembang kita berdua
dari kurus-tirus, sampai bulet subur begini
begitu banyak yang kita perdebatkan,
yang bisa bikin kita berantem..
aku yang super duper bawel, ingin membahas dan merasakan semua hal yang ada
dan kamu yang begitu hemat bunyi dan ekspresi,
selalu punya gua kecil yang kamu masuki
buat mengabaikan segala hal yang buatmu gak penting..
dua jiwa.. dua karakter yang luar biasa berbeda..
(hahaaa.. not to mention menyatukan diri dengan keluarga besar)
dari mulai urusan cara bersin, taruh pakaian kotor, ngorok,
dan gimana menghabiskan waktu senggang
sejujurnya nggak terbayang,
perbedaan itu bisa melebur jadi satu..
dan mungkin,
memang ngga pernah melebur ya?
sekarang..
ada banyak saat aku justru merasa
tiba-tiba saja.. sangat mengerti jalan pikiranmu
dan sangat nyaman menjadi diriku di depanmu
(karena kamu pasti mengerti aku..)
sekarang..
sepertinya, aku sudah banyak menjadi kamu
dan kamupun sering serupa aku
dalam tingkah dan bahasa hati
Perjalanan kita,
ga selamanya mulus ya pak..
banyak goncangan dan batu besar
yang cukup sering membuat kita ngos-ngosan
tapi dari titik ini,
titik di mana aku berdiri saat ini..
perjalanan itu seperti sebuah lukisan indah..
tiap goresannya punya makna yang dalam
tiap guratannya punya cerita yang berarti
segala kesulitan, ketakutan, kecemasan, kesedihan, kesakitan
juga segala yang lucu, menyenangkan, mengharukan..
semua jadi bagian dari proses kita..
dari seorang Adam dan Hanni.. menjadi Bapak dan Ibu..
pembelajaran dari segala yang pernah kita perjuangkan
sampai pada titik di mana semua pelan-pelan bisa kita serahkan
pada Sang Pemilik Kehidupan…
ah Bapak..
tiba-tiba saja aku sadar di titik ini..
terimakasih macam apa
yang bisa kuberi buat kamu ya..?
karena pastinya aku gak akan bisa beri setimpal
dengan pengorbananmu..
setiap hari berpanas hujan
menjalani rute cikditiro-cipete-imam bonjol
naik bus dan bahkan jalan kaki
sementara aku dan anak-anak nyaman dalam dekapan ac mobil
ya.. mobil hasil jerih keringat dan payahnya lemburmu di kantor..
belum lagi letih lelahmu mengurus anak-anak..
mendengarkan cerita dan keluhanku tentang berbagai masalah..
mencarikan informasi tentang berbagai hal yang kuperlu..
membetulkan berbagai benda yang rusak untukku..
menciptakan lawakan, yang walaupun garing
tapi mampu membuat hari-hari melelahkan jadi terang kembali..
membuat aku gak pernah merasa sendirian
buat membalas semua yang kutulis itu
beserta sejuta hal lainnya yang sudah kau beri padaku
hanya Sang Khalik-lah yang punya kemampuan..
penuh syukur aku berdiri di sini
bahwa Dia mencipta kamu
dengan segala yang ada pada dirimu..
membuat aku merasa lengkap, utuh dan dicintai..
sarat do’a hatiku saat menumpahkan kata-kata ini..
memohon sejumput kesempatan kepadaNya
untuk bisa membahagiakan kamu
dengan sedikit yang aku mampu lakukan..
semoga Alloh Yang Maha Penyayang,
mengizinkan ya Pak..
=======================================================
buat
Bapak Adam, dari hati yang penuh cinta
17 April 1992-18 April 1998-18 April 2007
Mahal kita, itsu made mo…

April 23rd, 2007 at 9:24 pm
Happy Anniversary ya Han….
Semoga langgeng sampai kakek-nenek ya…..
May 3rd, 2007 at 8:41 pm
Hi Ibu dan Bapak…yang kelihatan kompak selalu…
Happy anniversary biarpun telat…
semoga bahagia selalu dan tegar dalam menjalani hidup ya…dan taat selalu kepada Allah…”Marriage takes three to be complete…
Husband, Wife and GOD…”
luv
May 3rd, 2007 at 9:46 pm
Happy Anniversary Han. smoga selalu dilimpahkan rahmat dan cucuran rezeki yg barokah untuk kalian sekeluarga. Smoga pernikahan kalian, bisa menjadi contoh baik buat yang mengenal kalian, amiiin.
March 17th, 2008 at 6:16 am
Kak Hanni…
Kata2nya…bikin terharu…bikin pengen nangis…bikin pengen nikah hahahaha….
semoga Allah selalu memberikan kebahagiaan untuk Kak Hanni dan Kak Adam…
Senantiasa menyatukan hati kakak2 berdua…
Melindungi dan menyayangi Kak Hanni dan Kak Adam…
dan juga anak2…amin…