Archive for April, 2007

Mahal Kita, Bapak Adam..!

Friday, April 20th, 2007

dulu
pikirku, kamu itu sombongnya paling pol..

susah senyum..

jarang ngomong..

sama senior (yang kayanya serem-serem itu) sok akrab..

tapi sama kita yang seangkatan, cuek banget..

tau ngga sih,

sebelnyaaaa.. luarrrrr biasa !

sampe ngga cukup tu sebel sendirian,

jadi harus mengerahkan kesebelan temen seangkatan..

hahaaaaa….

malu banget ngga sih ya,

don’t know when.. where nor how

kok sebel itu jadi lumer..

rontok pelan-pelan..

terus tumbuhnya jadi bunga-bunga indah

yang bikin jantung deg-deg serrr..

walopun tentunya gengsi buat ngaku,

tapi kok aku jadi menikmati

senyam-senyum ngebayangin mukamu

yang seperti beruang es itu..

waaks…gitulah awalnya cinta monyet itu..

dan masih kebayanglah muka temen-temen angkatanku

waktu malu-malu kuakui “dia itu pacarku”

ga ada yang ga memekik, “kualaaaaaat…!!”

dan dari situlah..

kita mulai menapak hari-hari

mengisinya dengan debat, cekikik tawa, air mata

omelan panjang (pastinya dari aku..)

dan muka bete sepuluh meter tanpa bunyi

(tau dong.. itu muka siapa??)

dari bolos pelajaran geografi & bimbingan tes

(uppps jangan sampai anak-anak tau sejarah ini ya!)

ngedate di stasiun manggarai kala pagi buta, stasiun cikini, balairung dan

halte FE,kansas, peach dan ayam bakar christina..

sampai mansion shinjuku kita..

dari nongkrong di bagian vw kodok merahmu

yang jendelanya tak bisa diturunkan

tak berkursi belakang pula’

(dan apesnyaaa.. ngajak senior pulang, jadilah musti sok berkorban duduk di belakang..well..well..  jaim itu menyakitkan ya!)

accord biru yang mengagumkan

(karena itu kali pertama aku lihat tape player bisa dicopot dari tempatnya.. hahaaa!)

peugeot putih pinjeman yang musti ditarik di sepanjang jalan ps. minggu..

(lepas pula talinya… alamaaaak!)

sampai fiat UNO penuh kenangan,

yang akhirnya pun musti kita lepas dengan derai air mata.. hiiiksss

dari bajaj, kereta api jakarta-depok,

bus kuning, bus patas, chikatetsu, taxi yang pintunya bisa buka-tutup sendiri

sampai kopaja dan busway..

dari si igu dan ana,

spotty -dalmatian kocak yang membuat kita menyerah,

sampai pasukan nemo & teman-temannya

yang membuat kita rela berjam-jam keliling pasar ikan hias sumenep

dari djakarta theater, megaria, tim,

kalo lagi kaya ke planet holywood atau pim,

sekarang langganan di setiabudi

sampai coba-coba blitz yang ternyata ga nyaman..

dari cuma bisa ngerekam kompilasi lagu di kaset

sampai bisa burn cd

dan download mp3 dari internet

dari ngemper nonton jakjazz

masuk jhcc nonton Chrisye

sampai rutin ke GKJ buat teater koma

dari jam-jaman manasin kuping di telepon rumah

(dan diomelin karena tagihan bikin jantungan),

sangu kartu telepon & cepe’an tipis buat telepon umum,

pager ’starko’ dan ’starpage’ yang membuat kita mencipta
nama AMANDA..

sampai akhirnya bisa punya hp..

dan sekarang malah bisa motret pake hp

(walopun masih terlalu gaptek buat kirim2an mms)

dari ngantri di dokter kandungan,

sampai dokter anak..

dari daftar ulang universitas,

bikin cv, cari kerjaan

sampai cari sekolah buat anak-anak..

waaahhh… barangkali kalau mau mengenang seluruh cerita hidup yang kita alami

ga akan ada kertas yang cukup buat memuatnya..

ga ada kombinasi warna yang cukup banyak

buat menggambarkan ’semaraknya’ perjalanan
tumbuh kembang kita berdua

dari kurus-tirus, sampai bulet subur begini

begitu banyak yang kita perdebatkan,

yang bisa bikin kita berantem..

aku yang super duper bawel, ingin membahas dan merasakan semua hal yang ada

dan kamu yang begitu hemat bunyi dan ekspresi,

selalu punya gua kecil yang kamu masuki

buat mengabaikan segala hal yang buatmu gak penting..

dua jiwa.. dua karakter yang luar biasa berbeda..

(hahaaa.. not to mention menyatukan diri dengan keluarga besar)

dari mulai urusan cara bersin, taruh pakaian kotor, ngorok,

dan gimana menghabiskan waktu senggang

sejujurnya nggak terbayang,

perbedaan itu bisa melebur jadi satu..

dan mungkin,

memang ngga pernah melebur ya?

sekarang..

ada banyak saat aku justru merasa

tiba-tiba saja.. sangat mengerti jalan pikiranmu

dan sangat nyaman menjadi diriku di depanmu

(karena kamu pasti mengerti aku..)

sekarang..

sepertinya, aku sudah banyak menjadi kamu

dan kamupun sering serupa aku

dalam tingkah dan bahasa hati

Perjalanan kita,

ga selamanya mulus ya pak..

banyak goncangan dan batu besar

yang cukup sering membuat kita ngos-ngosan

tapi dari titik ini,

titik di mana aku berdiri saat ini..

perjalanan itu seperti sebuah lukisan indah..

tiap goresannya punya makna yang dalam

tiap guratannya punya cerita yang berarti

segala kesulitan, ketakutan, kecemasan, kesedihan, kesakitan

juga segala yang lucu, menyenangkan, mengharukan..

semua jadi bagian dari proses kita..

dari seorang Adam dan Hanni.. menjadi Bapak dan Ibu..

pembelajaran dari segala yang pernah kita perjuangkan

sampai pada titik di mana semua pelan-pelan bisa kita serahkan

pada Sang Pemilik Kehidupan…

ah Bapak..

tiba-tiba saja aku sadar di titik ini..

terimakasih macam apa

yang bisa kuberi buat kamu ya..?

karena pastinya aku gak akan bisa beri setimpal

dengan pengorbananmu..

setiap hari berpanas hujan

menjalani rute cikditiro-cipete-imam bonjol

naik bus dan bahkan jalan kaki

sementara aku dan anak-anak nyaman dalam dekapan ac mobil

ya.. mobil hasil jerih keringat dan payahnya lemburmu di kantor..

belum lagi letih lelahmu mengurus anak-anak..

mendengarkan cerita dan keluhanku tentang berbagai masalah..

mencarikan informasi tentang berbagai hal yang kuperlu..

membetulkan berbagai benda yang rusak untukku..

menciptakan lawakan, yang walaupun garing

tapi mampu membuat hari-hari melelahkan jadi terang kembali..

membuat aku gak pernah merasa sendirian

buat membalas semua yang kutulis itu

beserta sejuta hal lainnya yang sudah kau beri padaku

hanya Sang Khalik-lah yang punya kemampuan..

penuh syukur aku berdiri di sini

bahwa Dia mencipta kamu

dengan segala yang ada pada dirimu..

membuat aku merasa lengkap, utuh dan dicintai..

sarat do’a hatiku saat menumpahkan kata-kata ini..

memohon sejumput kesempatan kepadaNya

untuk bisa membahagiakan kamu

dengan sedikit yang aku mampu lakukan..

semoga Alloh Yang Maha Penyayang,

mengizinkan ya Pak..

=======================================================

buat
Bapak Adam, dari hati yang penuh cinta

Love

17 April 1992-18 April 1998-18 April 2007

Mahal kita, itsu made mo…