Kenapa Toilet Training PENTING ??
Thursday, March 29th, 2007
"Tempat mandi tidak amaaaaaannn!! ada banyak laki-laki…!!" begitu teriakan histeris sulungku, Amanda pada salah satu les renangnya, sambil ngacir keluar dari kamar bilas
Setelah kuperiksa, ternyata betul juga, banyak betul anak laki-laki di dalamnya. Ganti baju seenaknya pula, bugil di tengah ruangan tak berpintu !#$%^!!! Duh gusti… ampuuun deh!! Sementara selama ini mulut Adam dan aku sampai berbusa, selalu berusaha mengingatkan anak-anak untuk berlaku pantas.. tidak buka baju di depan umum, apalagi di depan laki-laki, kecuali Bapak..
Sekedar untuk bisa dibayangkan saja ya.. Penjelasan semacam ini, buat seorang Aiko sih cukup gampang diterima.. tapi tidak buat Amanda karena masalah ‘pantas tak pantas’ sepertinya terlalu abstrak buat dia mengerti.. sampai akhirnya ketika masuk SD dia sendiri bisa membuat kesimpulan bahwa untuk buka baju dia perlu mencari tempat aman.. yaitu tempat yang tidak ada lelakinya! –dan sejauh ini kami biarkan dia dengan kesimpulan itu, yang penting she gets the point.
Jadi itulah kenapa PENTING BANGET mengajarkan anak-anak kita toilet training…karena ternyata, jadi pemandangan yang ngga ada lucu-lucunya.. bahkan boleh dibilang amat sangat mengganggu.. kala pergi ke toilet perempuan, dan ternyata isinya ada begituuuuuuu banyak anak laki-laki yang sudah cukup gede (pastinya bukan batita atau bahkan balita lagi!) ada di situ.. dengan alasan "belum bisa buang air sendiri, masih harus dibantu Nanny, Suster atau Mbak"..
Hati ini gundah sambil bertanya-tanya.. Sebetulnya, memungkinkan ngga sih ya.. sebagai orangtua kita memastikan kemampuan anak-anak kita dalam mengurus dirinya sendiri (konon, bahasa keren-nya ‘life skills’) dan memperjuangkan adanya kemampuan ini sesuai tahapan usianya, sama gigihnya seperti kita memperjuangkan mereka bisa baca, tulis, hitung, main alat musik, menggambar, bahasa inggris, komputer dll yang membuat kita sampai rela wira-wiri mengantar anak les dan kursus di sana dan di sini…
Soal toilet training, makan sendiri (yap betul.. merasa terganggu juga kan, kalau lihat anak gede-gede.. seumuran SD makannya masih harus disuap sambil diikutin ke sana kemari? ) pakai baju sendiri, mandi dan cebok sendiri.. menurutku adalah hal yang GENTING sekali lho.. karena betapa mengerikannya, anak jenius sekalipun.. yang punya fisik normal, dua kaki - dua tangan yang bisa digerakkan dengan baik (apalagi kalau bisa digerakkan buat main PS ;-)) tapi untuk mengurus dirinya sendiri harus selalu bergantung sama orang lain.
Jangan sampai kelak kita terlambat menyadari bahwa anak-anak tak mampu mengurus dirinya sendiri (dengan alasan tak pernah kita train untuk mengurus diri sendiri — karena marilah kita akui, lebih cepat, lebih mudah & less trouble untuk meladeni mereka daripada melatih mereka melakukan hal2 itu sendiri bukan?? hehehee).. dan jangan sampai terlambat pula menyadari bahwa skill ini tidak bisa mereka dapat dari tempat kursus.. tidak ada pula remedial-nya..
Berapapun uang yang kita punya tidak bisa membuat mereka jadi sekonyong-konyong jago
.. karena yang bisa membantu proses penguasaan mereka dalam life skill ini hanya pendampingan kita, orangtuanya dengan konsisten dan penuh kesabaran (sabar untuk konsisten maksudnya …)
*******************
/hds Maret 2007